Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Stop Self Diagnosis: Konsultasikan Kesehatanmu Pada Ahli

Self Diagnosis

Pernahkah kita merasakan ada yang masalah dengan kesehatan kita, baik itu fisik, maupun mental kita. Kita lalu mencoba mencari tahu gejala yang dirasakan melalui internet. Sebenarnya tidak ada salahnya kita mencari informasi di internet. Sebab itu bisa memberikan kita informasi tambahan terkait kemungkinan apa yang sedang kita rasakan.

Namun jika apa yang kita dapatkan informasi terkait gejala tersebut, kita tidak boleh langsung mendiagnosis diri sendiri menderita penyakit tertentu. Karena yang dilakukan itu adalah self diagnosis .

Self diagnosis adalah keadaan dimana seseorang mendiagnosis diri sendiri sedang mengidap gangguan atau penyakit  berdasarkan pengetahuan yang didaptkan dari orang terdekat, ataupun secara mandiri.

Saat seseorang melakukan self diagnosis, ia akan berasumsi seolah mengetahui kebenaran masalah kesehatan yang dialami padahal belum tentu ia mengalami penyakit tersebut.

Misalnya ketika  sedang membaca sebuah artikel mengenai gejala depresi. Kemudian kita menemukan gejala yang dialami. Seperti sering merasa sedih, cemas, putus asa, dan tidak berguna. Dari hal tersebut kita langsung memberi kesimpulan bahwa diri kita sedang mengalami depresi. Padahal belum tentu yang dialami gejala depresi. Bisa saja yang dialami hanya rasa sedih, merasa stress, atau gangguan mental yang lain.

Selain itu, saat kita sedang menonton berita atau video mengenai masalah tertentu. Dan saat itu kita sedang cemas, stress, negative thingking, atau merasa deg-degkan seperti apa yang dirasakan. Kita tidak boleh langsung menyimpulkan kalau kita sedang mengalami gangguan kecemasan. Karena belum tentu kita memiliki gangguan tersebut. Sebenarnya cemas merupakan reaksi tubuh yang bermanfaat agar kita lebih hati-hati dan lebih wasapada.

Contoh yang lain misalnya. Ketika kita menonton sebuah film tentang gangguan mental seperti bipolar dan psikopat. Lalu kemudian kita merasa seperti yang dialami. Seperti perubahan suasana hati yang cepat dan drastis, misalnya tiba-tiba menjadi bahagia dari yang sebelumnya murung. Kita tidak boleh  langsung berasumsi bahwa kita memiliki gejala yang sama dengan apa yang kita tonton.

Ketahui berbagai bahaya jika kita melakukan self diagnosis

1. Mudah Panik

Kecendrungan manusia memikirkan kemungkinan terburuk pada dirinya bukan sesuatu yang tidak dipungkiri. Pikiran-pikiran buruk yang terbentuk akibat dari self diagnosis yang dilakukan membuat kita menjadi tiba-tiba cemas dan panik  begitu saja.

Sesuatu yang seharunya tidak perlu terjadi, tapi karena diagnosis yang dilakukan terhadap suatu penyakit atau gangguan yang sebenarnya tidak kita derita menimbulkan kecemasan dan kepanikan tersebut.

2. Menghindari konsultasi ke tenaga professional

Bermodalkan hasil penulusuran di internet, membuat seseorang begitu mudah mendiagnosis dirinya. Bahkan seseorang tidak merasa perlu lagi ke dokter atau psikiater untuk mendeteksi gangguan atau penyakit yang sebenarnya diderita.

Masalah yang muncul ketika kita membenarkan self diagnosis kita. Kita bisa saja tidak mempercayai ahli dan lebih percaya pada apa yang ditemukan sendiri di internet. Padahal tenaga ahli seperti dokter atau psikolog adalah orang yang memiliki kompetensi, izin, dan hak untuk mendiagnosis sakit seseorang.

Dengan berkonsultasi ke tenaga professional kita bisa mendapat diagnosa, pengobatan, penaganan yang tentu jelas ketepatannya jika memang kita mengalami sebuah gangguan atau penyakit.

Jika kita sembarang mengomsumsi obat atau menjalani proses pengobatan yang sembarangan, yang tidak disarankan oleh tenaga professional. Itu akan tidak menyelesaikan masalah kesehatan kita. Itulah mengapa pentingnya melakukan konsultasi ke ahli atau tenaga professional.

3. Memperparah kesehatan dan memberi resiko menambah penyakit atau gangguan lain

Ketika mendiagnosisis diri kita sendiri, belum tentu diagnosa yang kamu lakukan tepat. Dan ketika tidak meminta bantuan tenaga professional untuk memberikan diagnosa lanjutan. Kita hanya akan mengira-ngira apa yang terjadi pada diri kita. Akibatnya kita tidak mendapatkan pengobatan yang tepat dan memperparah kondisi kesehatan.

Selain itu ketika melakukan self diagnosis. Bisa jadi ada gangguan lain yang lebih serius namun tidak bisa terdeteksi oleh diri kita dengan hanya bermodal pengetahuan dari internet misalnya. Gejala yang dialami mungkin lebih parah dari yang diduga. Namun kita tidak mengetahui hal tersebut. Dan akhirnya self diagnosis yang kita lakukan memicu munculnya gangguan-gangguan lain yang sebelumnya tidak dimiliki

4. Menyangkal tentang gejala yang dialami

Selain ada orang yang mudah berpikirian buruk terhadap kondisi kesehatannya. Adapula orang yang suka menyangkal atau memikirkan kebalikan terhadap gangguan kesehatan yang dialami. Kita biasanya beranggapan bahwa kondisi kesehatan kita baik, baik saja, atau tidak parah lalu berpikir tidak memerlukan memeriksakan ke ahli. Bahkan meragukan apapun informasi yang didaptkan.

Karena penyangkalan yang dilakukan menghalangi kita memeriksakan kesehatannya ke ahli, bisa saja akan memperparah gangguan atau penyakit yang dialami  

Jadi, melakukan self diagnosis sangat berbahaya bagi tubuh mental kita. Karenya kita tidak boleh melakukan mental self diagnosis karena yang dilakukan belum tentu tepat dan bisa membahayakan diri sendiri.

Ketika berkonsultasi  ke tenaga seperti dokter, perawat, psikolog, atau tenaga profesional lainnya. Akan ditetapkan diagnosis berdasarkan gejala, keluhan, riwayat kesehatan, serta faktor lainnya yang dialami. Sedangkan saat kita mencoba mendiagnosis diri sendiri kita akan cenderung mengambil pengobatan dan penanganan yang salah. Sehingga tinggi menimbulkan kondisi kesehatan yang lebih parah.

Jadi jangan pernah mencoba jadi dokter untuk diri sendiri, dengan melakukaan self diagnosis saat merasa sedang mengalami gejala kesehatan tertentu. Sebaiknya konsultasikan ke tenaga gejala yang kita alami. mulai sekarang kita harus lebih peduli pada kesehatan kita.

Post a Comment for "Stop Self Diagnosis: Konsultasikan Kesehatanmu Pada Ahli"