Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rekomendasi Film Bertemakan Perempuan Hebat Indonesia

Pada tanggal 21 April setiap tahunnya di Indonesia selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Hari itu merupakan bentuk peringatan akan semangat perjuangan emansipasi perempuan Indonesia dalam dunai pendidikan dan kesetaraan hak. Ada berbagai cara dalam merayakan hari kartini, salah satunya dengan menonton film inspiratif yang bercerita tentang perempuan hebat di Indonesia.

Berikut merupakan rekomendasi film Inspiratif tentang perempuan hebat di Indonesia.

1.       Athira (2016)

Athira yang diperakan oleh aktris senior Cut Mimi Theo berkisah tentang seorang perempuan Bugis-Makassar yang bernama Athira. Yang tak lain merupakn ibu kandung dari mantan wakil presiden Indonesia Bapak Jusuf Kalla.

Dikisahkan Athira harus pindah dari Bone menuju Makassar bersama sang suami yang bernama Puang aji di awal pernikahan mereka. Dimakassar mereka mebangun bisnis keluarga dari nol dan akhirnya bisa sukses. Keluarga yang harmonis ini kerap berdikusi bersama di meja makan dengan hidangan khas Sulawesi Selatan. Namun permasalahan mulai mengrogoti keluarga ini ketika Puang Aji melirik perempuan lain.Di era tahun 1950-an saat itu fenomena lelaki beristri lebih dari satu bukan menjadi hal yang aneh di Sulawesi Selatan.

Setelah memutuskan mantap meninggalkan Puang Aji, Athira memulai hidupnya bersama kelima anak mereka sambil berjuang sarung. Athira memulai hidup baru dan sukses bedagang sarung khas Bugis Makassar. Bahkan kesuksesannya pula yang pada akhirnya bisa membantu suaminya yang pailit karena krisis ekonomi. Kegigihan Athira akhirnya menyelamatkan keseluruhan keluarganya.

2.       3 Srikandi (2016)

Film 3 Srikandi menceritakan kisah Nurfitriyana yang diperankan Bunga Citra Lestari, Lilies Handayani diperankan oleh Chelsea Islan, dan Kusuma Wardhani diperankan oleh Tara Basro. Mereka merupakan atlit pemanah perempuan pertama yang memenangkan medali di ajang olimpiade. Mereka bertiga meraih medali perak untuk panahan beregu di Olimpiade Seoul pada tahun 1988.

Masalah yang di alami oleh 3 tokoh dalam film ini berbeda-beda. Nurfitriyana misalnya yang tidak mendapat dukungan dari sang ayah untuk menjadi atlit. Sang Ayah berharap Nurfitriyana lebih baik focus kepada studinya saja. Sedangkan Kusuma Wardhani yang akrab disapa Suma juga tidak mendapatkan dukungan dari orangtuanya. Ayahnya menginginkan Suma menjadi PNS supaya hidupnya lebih terjamin. Sementara Suma justru jatuh cinta kepada mantan atlit panahan Adang Ajiji. Yang membuat konflik karena Adang dimusuhi oleh pelatihnya Donald Pandiangan  yang diperankan oleh Reza Rahardian.

Lain cerita dengan Lilies Handayani. Kedua orangtua lilis merupakan mantan atlit yang mendukung mereka dalam berlatih. Namun sang ibunda tidak menyetujui pacar pilihan Lilies yang merupakn seoranga atlit pesilat.

Adegan-adegan terakhir 3 srikandi Nurfitriyana, Lilies dan Suma meraih medali perak adalah adegan yang paling memikat dalam keseluruhan film.

3.        Pendekar Tongkat Emas (2014)

Cempaka yang diperankan oleh Cristine Hakim dikenal sebagai pendekar sakti yang menguasai jurus tongkat emas melingkar bumi yang belum pernah terkalahkan oleh jurus pendekar manapun.Sayangnya Cempaka  semakin menua dan kondisi kesehatannya semakin memburuhk. Ini membuatnya harus mewariskan jurus tongat emasnya kepada salah satu dari empat muridnya yakni Biru (Reza Rahardian), Gerhana (Tara Basro),  Dara (Eva Celina), dan Angin (Ariah Kusuma).

Sayangnya belum sempat ia mewariskan ilmu tersebut. Tongkat emas terlanjur jatuh ketangan yang salah. Sehingga menimbulkan kekacauan di dunia persilatan.

4.       Sokola Rimba (2013)

Setelah hampr tiga tahun bekerja di sebuah lembaga konservasi di wilayah Jambi. Butet Manurung yang diperankan Prisia Nasution telah menemukan hidup yang diinginkannya. Mengajarkan baca tulis dan menghitung kepada anak-anak masyarakat suku anak dalam yang dikenal sebagai orang rimba yang tinggal di  hulu sungai Makekal di hutan bukit Duabelas.

Hingga Suatu hari Butet terserang malaria ditengah hutan. Seorang anak tak dikenal datang menyelamatkannya. Namanya Nyungsang Bungo berasal dari hilir sungai Makekal membutuhkan waktu sekitar 7 jam perjalanan untuk bisa mencapai hulu sungai tempat Butet Mengajar.

Diam-diam Bungo sudah lama memperhatikan ibu guru Butet mengajar membaca. Ia membawa segulung kertas perjanjian yang telah dicap jempol oleh kepala adatnya. Sebuah surat persetujuan orang desa mengeksploitasi tanah adat mereka. Bungo ingin belajar membaca dengan Butet agar dapat membaca surat perjanjian itu.

5.       Eliana Eliana (2002)

Eliana yang diperankan oleh Rachel Maryam seorang wanita muda yang tidak akur dengan Ibunya. Sejak Eliana menyakiti sekaligus mempermalukan perasaan Ibunya yang diperankan Jajang C, Noer saat tu. Eliana kabur ke Jakarta pada hari penikahannya lima tahun silam.

Ketika ia pulang kerumah setelah kehilangan pekerjaannya. Tiba-tiba ia menemukan ibunya sudah ada dirumah kontrakannya. Pada saat bersamaan mereka menyadari bahwa teman sekontrakkan Eliana yakni Heni telah menghilang dan dalam pencarian mereka. Mereka berusaha mencairkan kebekuan   yang telah terjadi selama lima tahun silam.

Untuk membuktikan kemandiriannya Eliana berkeliling dalam sebuah taksi carteran untuk mencari kawan serumahnya. Perjalanan satu malam tersebut mengungkapkan hubungan ibu dan anak tersebut. Dan akhirnya mereka saling memahami posisi masing-masing.

Post a Comment for "Rekomendasi Film Bertemakan Perempuan Hebat Indonesia"