Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mencegah Hubungan dari Toxic Relatinship

 

Toxic Relationship

Menurut dr. Lilian Glass seorang ahli komunikasi dan psikologi mengatakan bahwa toxic relationship adalah ketika kamu ada disuatu hubungan  yang konsisten membuat tidak nyaman, tapi lebih banyak merasakan perasaan negatif, membuat rasa sedih dan kesal lebih dominan dibandingkan rasa senang, dan ketika berada dihubungan yang cukup menguras energi.

Ketika dalam hubungan tidak sehat, misalnya kita merasa sudah tidak cocok, sering disakiti dalam hubungan bahkan. Tapi karena perasaan sayang dan cinta kemudian berpikir bahwa pasangan akan berubah suatu saat nanti, entah kapan. Menjalin hubungan seperti itu memang bukanlah sesuatu yang mudah. Kedilemaan putus/cerai, atau tetap berjuang melanjutkan hubungan memang sesuatu yang perlu diputuskan baik-baik.

Toxic relationship adalah hal yang dirasakan makin lama, makin membuat kita tidak nyaman menjalaninya. Mungkin awalnya kita tidak menyadarinya, bahkan mungkin senang ketika kita dicemburui oleh pasangan kita, diposesifin,terus dimarah-marahin pasangan, dengan dalih sebagai bentuk sayang dan perlindungan mereka. Namun jika itu terus berlanjut kita akan merasa capek dan ngebatin sendiri lalu baru sadar bahwa ternyata hubungan kita sudah tidak sehat lagi

Bahkan parahnya dalam toxic relationship ada yang telah mengalami kekerasan verbal, bahkan fisik, hingga ancaman dari pasangan jika tidak menuruti keinginannya. Ada saja orang yang masih membiarkan diri terjebak dalam keadaan separah itu karena merasa takut ditinggal, diputuskan,atau diceraikan oleh pasangannya.

Membahas toxic relationship tidak hanya perlu diketahui oleh orang yang sudah memiliki pasangan. Karena ini sudah  harus dihindari seawal mungkin. Jadi buat kalian yang masih single dan belum punya pasangan harus paham tentang hal ini, agar kedepannya kalian tidak termasuk orang yang terjebak dalam toxic relationship ini.

Melalui tulisan ini, kamu akan diberi informasi dan gambaran tentang apa saja tanda dari hubungan relationship, berikut ulasannya;

1. Salah satu atau kedua pihak tidak terlalu menunjukkan usaha

Ketika perasaan secara tidak langsung sudah sadar bahwa tidak cocok satu sama lain. Mungkin kalian sudah sering memikirkan kelanjutan hubungan. Meski sudah merasa sudah dalam hubungan yang tidak sehat, terkadang seseorang berusaha menyangkal perasaan negatif karena teralanjur sayang, dan terus menganggap bahwa pasangannya saat ini adalah orang yang akan menjadi pendampingnya sampai tua.

2. Sering cemburu berlebihan dan terus mengendalikan

Pasangan yang gampang cemburu dan mengatur dikenal dengan istilah posesif. Orang seperti ini biasanya sangat overprotective terhadap pasangannya. Tidak suka pasangannya bertemu dengan banyak orang, dan membatasi pergaulan pasangannya.

Seorang seperti ini juga sangat mengatur kegiatan pasangannya, melarang pasangan dengan sesuatu yang tidak masuk akal, selalu memantau keberadaan pasangannya, dan juga selalu meminta pasangan mengabari dirinya setiap saat. Berniat melindungi dan menjaga pasangan memang bukan suatu yang salah, tapi jika itu sudah berlebihan dan membuat pasangan merasa tertekan dan tidak nyaman dalam menjalani hari-harinya, itukan sangat tidak baik.

3. Terus menyalahkan pasangan

Terjadinya konflik atau pertengkaran dalam suatu hubungan bukanlah sesuatu yang tak terhindarkan. Namun bagaimana cara penyelesaian dalam suatu hubungan dapat menunjukkan toxic tidaknya suatu hubungan. Dalam menyelesaikan permasalahan orang yang dalam toxic relationship bukannya berusaha mencari jalan keluar atau mengevaluasi diri, malah menyalahkan dan merendahkan satu sama lain.

Adapun langkah dalam menghindari toxic relationship

Langkap preventif perlu dilakukan seawal mungkin. Sebelum melanjutkan hubungan kearah yang lebih serius kita harus benar-benar mengenali pasangan kita dengan begitu kita bisa tahu kecocokan kita. Kita bisa mulai dari mengetahui kebiasaannya, apa kesukaannya, apa kelebihannya, apa kelemahannya. Lalu mempertanyakan kediri sendiri, apakah kita bisa menerima kekurangannya? Apa kita bisa menerima dirinya apa adanya? Dan apa kita bisa hidup bersama denga menerima kebiasaan-kebisaannya untuk waktu yang akan lama. Pertanyaan-pertanyaan itu penting dipikirkan untuk menghindari hubungan yang tidak akan membuat kita nyaman dan bahagia kedepanya.

Perlunya  kejujuran dan keterbukaan dari awal agar segalanya dapat dikomunikasikan dan dipertimbangkan. Pasangan yang kita pilih akan menemani kita hidup sampai tua, hingga kita harus meyakinkan diri jika dialah orang yang bisa bersama seumur hidup. Dengan mengetahui dan siap menerima satu sama lain, kita dapat menghindari hal-hal yang membuat toxic dalam hubungan.

Hubungan kita adalah tanggung jawab kita. Kita yang paling tahu segala keputusan yang tepat dan yang terbaik untuk diri kita dalam suatu hubungan kita kedepannya. Intinya mulai sekarang kita harus  mengetahui dan membuat batasan-batasan yang jelas untuk diri kita sendiri dalam menjalani suatu hubungan. Jangan sampai ketidaknyamanan kita dalam suatu hubungan yang terus kita paksa untuk dipertahankan buat kita tertekan dan stress sendiri, yang ujungnya akan berpengaruh pada kesehatan, pekerjaan, dan semua lini kehidupan kita ikut kena dampaknya.

Post a Comment for "Mencegah Hubungan dari Toxic Relatinship"